Curhat ke Media, Shinta Bachir Tak Lagi Diancam Eks Kapolda

Shinta Bachir (Rachman/detikHot)

Jakarta – Bintang film Shinta Bachir jumpa wartawan dan mengaku diancam dibunuh oleh kekasihnya, seorang eks Kapolda Metro Jaya pada Kamis (19/1/2012). Dan cara itu berhasil. Kini, Shinta tak lagi mendapat ancaman.

“Kalau saat ini, setelah saya curhat dengan publik ternyata hasilnya beliau berhenti meneror saya,” ungkapnya saat ditemui di kantor kuasa hukumnya, Achmad Rifai, Mayapada Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (22/1/2012).

Shinta mengaku telah mendapat telepon dari sang jenderal. Ia pun diajak untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.

“Beliau menelfon saya, akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,”

Melihat yang dihadapinya adalah jenderal bintang tiga, Shinta pun ingin diberikan kemudahan. “Saya cuma minta doa, agar saya kuat dalam menghadapi masalah ini,” lanjutnya.

Sumber

Shinta Bachir Simpanan Sejumlah Pejabat?

Browser anda tidak mendukung iFrame
Shinta Bachir (Rachman/detikhot)

Jakarta – Kasus ancaman pembunuhan kepada Shinta Bachir yang konon dari seorang mantan kapolda Metro Jaya sontak menggegerkan publik. Sekaligus, kasus itu seolah menguak kabar yang pernah beredar bahwa Shinta memang seorang perempuan simpanan. Benarkah?

Seorang sumber kepada detikHot, Jumat (20/1/2012) menurutkan, Shinta memang sempat menjadi simpanan sejumlah pejabat. Termasuk, seorang mantan kapolda Metro Jaya, seperti diungkapkan sendiri oleh Shinta dalam jumpa pers di kantor pengacaranya di Jakarta, Kamis (19/1/2012) malam.

“Dia memang pernah jadi simpanan beberapa pejabat,” ungkap sumber tersebut.

Untuk hubunganya dengan sang mantan kapolda, Shinta mengakui memang ada hubungan asmara selama hampir dua tahun. Tapi, dirinya enggan mengungkapkan lebih lanjut tentang hubungan itu.

“Yang jelas sangat dekat,” ujar Shinta semalam. Ia menggelar jumpa pers karena mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari sang mantan kapolda.

“Saya buka di sini biar nggak diancam lagi,” tambah bintang film ‘Pulau Hantu 3’ itu tanpa memberikan petunjuk siapa mantan kapolda Metro Jaya yang dia maksud.

Sumber