Galeri

Mau Tahu Sejarah Kondom?

This gallery contains 1 photo.

Kondom, atau alat kontrasepsi, atau pencegah kehamilan akibat kegiatan bersenggama, kini tengah marak menjadi bahan pembicaraan. Menyusul rencana kampanye penggunaan kondom di kalangan pelajar remaja yang diprogramkan oleh Kementrian Kesehatan untuk mencegah seks bebas dan penularan penyakit kelamin. Penjelasan yang … Baca lebih lanjut

Galeri

‘Situs Porno Disensor Bikin Orang Makin Penasaran’

Ilustrasi (Ist.) Jakarta – Pemerintah masih bersikukuh untuk tetap menyebar sensor internet terhadap situs ponografi. Namun apakah filter itu berfungsi optimal? Sebab, adanya sensor justru malah akan membuat orang penasaran untuk mencari konten mesum. Demikian menurut penggiat gerakan Internet Sehat … Baca lebih lanjut

Galeri

Hari Valentine, Sejumlah ABG di Kamar Hotel Terjaring Razia

ilustrasi, Jombang – Polisi melakukan razia di sejumlah hotel di Kabupaten Jombang sehari menjelang malam valentine. Belasan pasangan selingkuh yang diantaranya masih ABG terjaring dari kamar hotel, Senin (13/2/2012) malam. Petugas dari Polres Jombang ingin menghapus budaya valentine yang selama … Baca lebih lanjut

11 Negara Yang Menganut Budaya Sex Bebas

Berikut adalah negara-negara berbudaya seks di dunia berdasarkan survey yang dilakukan oleh Durex. Poin survey berdasar atas budaya, pola hidup dan kegiatan penduduk di negara bersangkutan.

1. Yunani

Semua orang telah mengetahui jika negara ini memiliki tradisi seks dari zaman kuno. Dengan iklim Mediterania dan memiliki banyak pulau dan pantai, menjadikan Yunani nomer 1 Negara paling horny sedunia.

2. Brazil

Merupakan tanah kelahiran dari “thong”, masuk akal jika seks adalah sama pentingnya dengan bernapas di negara yang satu ini. Pantainya selalu dipenuhi wanita-wanita cantik disamping Brasil memiliki Karnaval tahunan dan membuat Brasil masuk dalam daftar.

3. Russia

Perang Dingin pada masanya menyembunyikan kehidupan seks penduduk Rusia, dan setelah tumbangnya komunisme maka hal ini terkuak lebar. Libido orang Rusia membuat klub dan bar berkembang sangat pesat di Moskow, dimana hookups merupakan hiburan malam di negara yang ber-horny tinggi ini.

4. China

Semakin berevolusi budaya China, menyebabkan semakin berevolusinya kegiatan seksual di negara ini. Ingin bukti? Hanya dalam tempo 8 tahun, 5000 toko penyedia perlengkapan dan kebutuhan seks telah berdiri dan hanya berdiri di satu kota, yaitu Beijing ditambah China memiliki SEXPO, dimana warga China datang untuk memeriksa perlengkapan seksnya. 70% produk seks dunia adalah buatan China, Untuk hal-hal yang telah disebutkan maka China masuk dalam daftar.

5. Polandia

Budaya seks Polandia cukup konservatif, namun Polandia memiliki festival tahunan dengan nama Eroticon yang menampilkan produk-produk terbaru perlengkapan seks. Skandal politisi Polandia pernah terjadi namun yang jelas poin terbesar Polandia masuk daftar ini adalah dengan dipegangnya “rekor Gangbang dunia” yang diraih oleh 2 orang asal negara ini dan dilakukan di Polandia sendiri.

6. Italia

Orang Italia memiliki pendapat seks harus dilakukan setiap hari. Sebuah polling menemukan bahwa 32% orang Italia dengan usia 60 tahun, melakukan hubungan seks secara teratur. Tidak jelas mengenai range waktunya, namun yang jelas frekwensi aktifitas seks mereka memasukan Italia dalam daftar ini.

7. Malaysia

Menurut survey DUREX, Secara umum budaya seks negara ini konservatif, namun di balik itu banyak kontroversi yang terjadi, salah satu contoh : apakah pendidikan seks harus diadakan di perguruan tinggi atau tidak? Di balik kontroversi tersebut, MENURUT DUREX, ada fakta yang menunjukan jika orang-orang Malaysia memiliki tingkat Horny yang tinggi. Sebagai contoh : Pejabat setingkat Mentri (Menteri Kesehatan) dipaksa mundur karena skandal seksnya pada bulan Januari 2008.

8. Spanyol

Di tanah Zorro ini, seks sudah merupakan budaya dan persepsi. Tradisi seks penduduk spanyol saat ini sering disematkan dalam istilah-istilah modern, seperti yang kita kenal dengan istilah Spanish-Fly dan Viagra, walaupun sebenarnya penduduk Spanyol tidak terlalu menggunakan produk-produk tersebut. Untuk hal ini maka Spanyol masuk dalam daftar.

9. Switzerland

Urutan berikutnya adalah negara Swiss. Walaupun mereka memiliki sikap netral dalam bidang politik, namun untuk urusan seks akan lain cerita. Prostitusi adalah legal di negara ini dengan prestasi : setiap tahun para hidung belang negara ini mengeluarkan 350.000 Frank untuk mendapatkan kepuasan seks. Dengan komitmen ini wajar jika Swiss masuk dalam daftar.

10. Mexico

Meksiko memulai daftar negara paling horny di urutan 10 ini, ABG mereka yang terparah hingga pada Mei 2008 pemerintah Mexico mendistribusikan 700.000 eksemplar buku pembelajaran seks kepada semua siswa-siswi di sekolah. Ironisnya, walaupun umumnya prostitusi ilegal di Meksiko, namun di beberapa kota dianggap legal seperti Tijuna.

sumber

Ribuan ABG dan Remaja di Jakarta Kena Penyakit Kelamin

Seks Bebas Remaja Menjadi Penyebabnya

Ribuan remaja di Jakarta menderita penyakit kelamin diduga akibat maraknya pelacuran, perubahan pola pergaulan dan kurangnya pendidikan seks. Data mengejutkan tersebut diungkap oleh Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ida Bagus Nyoman Banjar, Jumat, 15 Oktober 2010.
Bila parah penyakit kelamin bisa menjalar keseluruh tubuh seperti ini

Bila parah penyakit kelamin bisa menjalar keseluruh tubuh seperti ini
Secara keseluruhan, kata dia, angka penderita penyakit kelamin di Jakarta berjumlah 9.060 orang, dengan rincian 5.051 orang berjenis kelamin perempuan dan sisanya pria. Dari total jumlah penderita tersebut, 3,007 di antaranya masih berusia antara 14 dan 24 tahun. Jenis penyakit kelamin yang mereka derita antara lain, herpes, infeksi jamur, syphilis, vaginitis, bisul pada alat kelamin atau HPV, kutu kelamin, kutu di bawah kulit, dan AIDS.
Banyaknya penderita penyalit kelamin pada kalangan remaja, menurut Nyoman Banjar, karena maraknya praktik prostitusi dan perubahan pola pergaulan. “Kebanyakan penyakit kelamin ini ditimbulkan dari pola seksual yang salah, sehingga jika tidak diwaspadai maka akan berpotensi pada HIV/AIDS.”
Nyoman Banjar menduga jumlah penderita penyakit kelamin di Jakarta lebih dari 9.060 orang, mengingat masih banyak orang yang malu menjalani pengobatan ke rumah sakit atau pun ke Puskesmas. Menurut Danang Triwahyudi, dokter spesialis kulit dan kelamin di Rumah Sakit Dharmais dan Metropolitan Medical Center, makin meningkatnya penderita penyakit kelamin ini karena pendidikan seks yang kurang. “Dan itu terjadi bukan hanya di Jakarta tetapi di Indonesia. Coba mana pernah ada pendidikan seks di sekolah, apalagi di rumah,” kata Danang, Jumat 15 Oktober 2010.
Dia menambahkan, yang sering dan kerap terjadi adalah larangan, bukan pendidikan seks. “Yang banyak terjadi adalah, ini jangan itu jangan. Padahal seharusnya, kalau mau begini, harus begini, kalau mau begitu, harus begitu.” Pentingnya seks aman dan sehat seharusnya diberitahukan sejak awal, bukan hanya larangan. “Sulit kalau semuanya ditabukan tanpa ada pemberitahuan bagaimana yang sebenarnya,” kata Danang
Menjadi makin dilematis ketika pemberitahuan tentang seks yang benar malah dianggap menganjurkan. “Padahal itu dua hal yang berbeda,” katanya. Psikolog yang juga Direktur N Consultant, Rinny Soegiyoharto, mengatakan hal senada. Remaja kini banyak yang terkena penyakit kelamin karena mereka belum atau tidak memiliki pemahaman yang baik dan benar mengenai kesehatan reproduksi, terkait perilaku bersih dalam memperlakukan alat kelamin.
Apabila pemahaman yang benar dan baik tentang perilaku bersih dan sehat dalam memperlakukan alat-alat reproduksi atau kelamin sudah dimiliki, mereka tentu juga akan memahami bahwa perilaku seksual secara sembarangan dapat merusak dirinya dan alat-alat reproduksinya. Pada dasarnya, kata Rinny, dorongan dan rangsangan seksual ada dalam setiap manusia, bahkan sejak usia anak-anak. Sehingga, tanpa pengarahan yang benar soal itu, misalnya bahwa alat kelamin harus diperlakukan dengan sehat dan bertanggung jawab–juga bahwa dorongan seksual harus dimaknai sebagai hal positif untuk disalurkan dalam aktivitas yang positif remaja akan mudah terjerumus ke pergaulan bebas.