Galeri

(Renungan Pagi) Ternyata Hidup Itu Sederhana

This gallery contains 1 photo.

Hidup itu sederhana. Ambil keputusan, maka lakukan dan jangan menyesalinya. Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. ā€¯Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat … Baca lebih lanjut

Renungan Pagi (Kau adalah Hidupku)

“Sering kali kita meremehkan dan mengabaikan kekuatan sentuhan, senyuman, ucapan indah, kemauan untuk mendengarkan, kata pujian yang tulus, atau aksi sekecil apa pun yang menunjukkan kepedulian. Semuanya itu justru berpotensi besar untuk mengubah suatu kehidupan.”
-Leo Buscaglia (penulis dan pembicara motivasi)

Kutipan Buscaglia di atas mencoba menyimpulkan kisah menarik dan menyentuh berikut ini. Mungkin kisah ini juga bisa menjadi bahan perenungan kita semua agar lebih menunjukkan sikap kepedulian sekecil apa pun itu terhadap sesama, terutama keluarga.

Ada seorang bocah laki-laki yang dikirim orangtuanya ke sebuah sekolah asrama. Sebelum dikirim ke sekolah baru itu, bocah tersebut adalah murid paling cerdas di kelasnya. Ia masuk peringkat teratas di setiap kompetisi. Ia sang juara.

Tapi, semuanya itu berubah setelah bocah ini meninggalkan rumah dan memasuki sekolah asramanya. Nilai-nilainya mulai menurun. Ia benci harus menjadi bagian dari sebuah kelompok. Ia merasa sendirian sepanjang waktu. Ada kalanya ia mengalami masa-masa gelap hingga ia merasa ingin bunuh diri. Semuanya itu karena ia merasa tidak berguna dan tidak ada yang mencintainya lagi.

Orangtuanya mulai mengkhawatirkan anak kesayangannya itu. Tapi bahkan, mereka pun tidak tahu apa yang salah dengan anaknya itu. Akhirnya, sang ayah memutuskan untuk mengunjungi anaknya itu di sekolahnya dan mengajaknya mengobrol.

Sang ayah dan anaknya pun duduk di tepi danau dekat sekolahan. Sang ayah mulai menanyakan pertanyaan-pertanyaan biasa soal kelas yang diambil anaknya, guru-gurunya, dan jenis olahraga yang dimainkan di sekolah asrama itu. Setelah mengobrol cukup lama, sang ayah berkata, “Kau tahu, Nak, alasan Ayah ada di sini sekarang?”

Bocah laki-laki itu menjawab, “Mengecek nilai sekolahku?”

“Bukan, bukan itu,” balas sang ayah terburu-buru. “Ayah di sini untuk memberi tahumu bahwa kau adalah orang terpenting bagiku. Ayah ingin melihatmu bahagia. Ayah tak peduli dengan nilai-nilai sekolahmu. Yang Ayah pedulikan hanyalah kebahagiaanmu. KAULAH HIDUPKU.”

Kata-kata ayahnya ini membuat bocah itu menangis. Ia langsung memeluk ayahnya. Mereka tidak mengatakan apa pun selama beberapa lama.

Sekarang, bocah laki-laki itu memiliki segalanya. Ia tahu sekarang bahwa ada seseorang di dunia ini yang sangat menyayanginya. Ia sangat berarti bagi seseorang. Dan bertahun-tahun setelah itu, bocah ini sudah menjadi mahasiswa paling cerdas di kelasnya dan ia tak pernah terlihat sedih lagi.

Sumber

Renungan Pagi (Orang Kanan Menguasai Masa Depan)

Orang Kanan Menguasai Masa Depan

Tahukah Anda orang yang menggunakan otak kanan lebih banyak menguasai masa depan?

Masing-masing otak memang diketahui memiliki karakter dan fungsi yang berbeda. Kali ini saya tidak membedakan dari sisi fungsi (seperti otak kiri: sistematis, angka, matematis, terstruktur, dst / otak kanan: imajinasi, musik, kreativitas, dan seterusnya).

Saya akan memberikan gambaran efek dari penggunaan otak kiri dan kanan. Mari kita bedakan antara orang yang didominasi otak kiri dan kanan.

Orang Kiri
– Mengendalikan tubuh kanan
– Berpikir secara urutan
– Spesialis di text
– Menganalisa detail
– Termotivasi oleh rasa takut
– Mengambil keputusan lambat
– Ada menjadi tidak ada
– Ingin rumah “atau” mobil
– Sangat canggih melihat masalah
– Efektif mencari alasan
– 1+1=2
– Fokus pada teknis
– Jarak pandang terbatas
– Mengontrol
– Bukan salah saya
– Serius
– Menghindari risiko.

Orang Kanan
– Mengendalikan tubuh kiri
– Berpikir secara simultan
– Spesialisasi di context
– Berpikir besar
– Termotivasi oleh rasa ingin tahu
– Mengambil keputusan cepat
– Tidak ada menjadi ada
– Ingin rumah “dan” mobil
– Canggih melihat solusi
– Efektif melihat kesempatan
– 1+1= terserah saya
– Fokus pada blue print
– Jarak pandang tak terbatas
– Menginspirasi
– Mari kita selesaikan bersama
– Fun
– Mengambil risiko.

Nah, kira-kira ini sebagian kecil perbedaan yang bisa Anda lihat, rasakan dan tanyakan kepada diri Anda tentang efek sifat otak kiri dan kanan terhadap bisnis Anda.

Jika Anda bertanya, mengapa saya tidak bisa berpikir besar? Kemungkinan besar karena otak kiri Anda terlalu terlatih. Dan apa yang terjadi jika ada orang yang sulit menganalisa detail? Karena terutama otak kanan mereka terlalu aktif!

Sumber http://www.facebook.com

Katak Sang Juara Itu Ternyata Tuli

Alkisah, di sebuah lereng gunung yang terjal dan dikelilingi sungai dengan jurang yang curam, terdapat sebuah kerajaan yang dihuni komunitas katak. Sang Raja Katak demi menguji kesetiaan dan keberanian rakyatnya suatu pagi membuat sayembara di antara sesama katak. “Barangsiapa yang bisa mencapai puncak gunung yang terjal itu akan mendapatkan seperempat wilayah kerajaan dan diangkat menjadi penguasa di wilayah tersebut,” demikian titah sang raja.

Alhasil, ribuan ekor katak ikut berlomba dengan mengikuti 3 fase rintangan, yakni sungai dengan arus sangat deras yang melintas di depan wilayah mereka, kemudian batu karang terjal di seberang sungai, dan terakhir puncak gunung yang licin dengan sekeliling jurang yang curam.

Satu putaran lomba sudah terlewati, hasilnya: hanya tersisa 500 ekor katak. Ribuan ekor lainnya, berguguran. Nah, kemudian antara sesama katak saling berbisik menggunjingkan betapa ngerinya medan perlombaan ini, sampai pada akhirnya hanya 20 katak nekat saja yang berani melanjutkan arena lomba.

Apa yang terjadi? Lereng curam dan arus deras telah menyeleksi katak-katak tersebut hingga tersisa 5 ekor katak untuk melanjutkan putaran terakhir. Katak-katak tersebut saling berpadangan berbisik betapa ngerinya lomba tersebut. Dan yang terjadi adalah hanya 1 ekor katak yang bersedia melanjutkan perlombaan.

Apa yang terjadi..?? Terdengar teriakan cemoohan, mengenai betapa bodohnya katak yang nekat melanjutkan lomba yang mematikan tersebut. Tanpa menghiraukan cemoohan yang ada, sang katak terus melaju dengan mantap walaupun medan yang dihadapi sangat terjal dan.. Luar Biasa..!! Sampailah sang katak di puncak gunung dan menjadi juara.

Apa rahasianya?? Katak Sang Juara tersebut ternyata TULI..!

Sahabat yang Luar Biasa…!!

Setiap orang pasti punya keinginan akan suatu hal atau kejadian. Jika keinginan tersebut begitu kuat, akan menjadi sebuah impian. Untuk meraih impian itu, setiaphari kita akan mendapatkan masukan berupa hal yang mendukung impian kita. Akan tetapi ada juga hal yang melemahkan.

Pada cerita di atas, katak yang tuli tidak terpengaruh terhadap teriakan bahkan cemoohan yang melemahkan, sampai akhirnya jadilah katak itu menjadi Sang Juara. Anda pun bisa menjadi juara dengan menempatkan masukan di sekeliling (baik yang melemahkan maupun yang menguatkan) pada posisi yang tepat dalam usaha meraih impian Anda. Tidak ada salahnya jika Anda berlaku “tuli” terhadap hal-hal yang melemahkan usaha Anda meraih impian, dan bersiap-siaplahlah menjadi Sang Juara..!!

Salam Hangat,

Sukses di Tangan Anda…!!

Sumber

Renungan Pagi

Wajib baca dan lakukanlah!!!…

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.

Lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah petani ini pada istrinya: “Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah.”

Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka.

Pengendara motor itu berkata kepada istrinya: “Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.”

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan, ketika sebuah mobilsedan Mercy lewat di hadapan mereka: “Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok.”

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya: “Betapa bahagianya suami istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini. Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing.”

Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada.

Sumber: http://www.facebook.com