Galeri

Mayoritas Pengguna Media Sosial Adalah Pendosa

This gallery contains 1 photo.

Jakarta – Apa Anda termasuk orang yang menjaga perilaku di jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter? Jika demikian, berarti Anda termasuk dalam kategori orang langka. Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap 562 orang dewasa pada jejaring sosial tersebut dan jejaring … Baca lebih lanjut

Fans Justin Bieber Ternyata Lebih Pintar

Vina Ramitha

INILAH.COM, Los Angeles – Hoax mengenai Justin Bieber yang aslinya seorang pedofil berusia 51 tahun, ditanggapi penggemar dengan lebih kritis. Meski sempat panik, akhirnya mereka lega. “Faktanya, Justin Bieber seorang pedofil berusia 51 tahun hanya hoax. Jangan mudah termakan, guys,” ujar seorang penggemar Bieber melalui akun Twitter-nya. Sementara akun Twitter dengan nama FaktanyaAdalah juga menyangkal isu tak sedap itu. “Justin Bieber tidak berumur 51 tahun,” tulis adminnya. Di situs microblogging tersebut, para penggemar Justin memilih tidak meramaikan isu miring tersebut. Demikian pula di jejaring sosial nomor satu, Facebook. Penggemar yang kebanyakan dari Barat ini tak terusik. Berita mengenai Justin ini sempat menghebohkan internet, terutama para penggemar Bieber. Namun, media AS sama sekali tak menanggapinya, mengingat sumber berita berasal dari video yang diedarkan Onion News Network (ONN). ONN adalah sebuah satir atau parodi dari pemberitaan-pemberitaan media AS. Biasanya, mereka mencari seseorang atau hal yang sedang banyak diperbincangkan dan kemudian membuat berita parodinya. Publik Amerika sudah mengetahui, bahwa segala hal yang dikeluarkan ONN hanyalah fiktif. Namun bagi negara lain, seperti Indonesia, mungkin sempat dihebohkan hoax ini. Apalagi, arus informasi internet tak terbendung. [ast]

10 Efek Buruk dari Facebook

https://i2.wp.com/titikkoma.com/wp-content/uploads/2010/02/facebook.png
Sejak diciptakan pada 2004 oleh Mark Zuckerberg, situs jejaring sosial Facebook berulang kali “disalahkan” atas berbagai masalah. Mulai dari hancurnya pernikahan, obesitas pada anak, hingga oleh Professor Peter Kelly, kepala kesehatan publik di Teesside, Inggris, mengungkap kalau Facebook berperan dalam penyebaran penyakit sipilis.

Selain tiga hal tersebut, banyak efek lain dari Facebook yang berakibat buruk. Berikut sepuluh dampak buruk Facebook

1. Memicu perceraian
Pengacara menyalahkan Facebook untuk satu dari lima petisi perceraian online. Situs yang bisa mempertemukan teman lama dan membuat penggunanya bisa saling bicara melalui aplikasi chatting ini, disebut sebagai latar belakang meningkatnya kehancuran pernikahan dan godaan untuk berselingkuh.

2. Memicu anak bunuh diri
Kepala gereja katolik di Inggris dan Wales, Archbishop Vincent Nichols, memperingatkan bahwa Facebook bisa mendorong remaja memiliki pandangan bahwa pertemanan adalah sebuah komoditas. Hal itu bisa memicu keinginan untuk bunuh diri, ketika hubungan tidak berjalan lagi.

3. Lenyapkan ungkapan tradisional
Survei yang dilakukan sebuah perusahaan peneliti pasar pada 4.000 orang yang usianya dibawah 30 tahun, mengungkap bahwa banyak ungkapan tradisonal yang tidak lagi diungkapkan karena Facebook.

4. Memicu gangguan tulang
Facebook juga sering disalahkan karena gangguan tulang yang terjadi pada anak-anak. Penelitian dalam British Medical Journal menemukan bahwa situs jejaring sosial dan permainan komputer, merupakan pemicu penyakit seperti kekurangan vitamin D yang akibatnya bisa membuat tulang mudah rapuh.

5. Membuat orang menjadi tertutup
Penelitian dari Mintel, sebuah perusahaan penelitian pasar, menemukan lebih dari setengah orang dewasa yang menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, lebih menghabiskan waktu di internet dibandingkan berbicara dengan teman atau anggota keluarga lainnya.

6. Membuat pasangan cemburu
Tim peneliti dari University of Guelph, Kanada, menemukan bahwa penggunaan Facebook meningkatkan rasa cemburu pasangan. Mereka menemukan bahwa makin sering seseorang menghabiskan waktu untuk online pada situs jejaring sosial dan melihat pasangannya, maka tingkat kecurigaannya sangat tinggi.

7. Dijadikan ajang menantang hukum
Pada beberapa kasus hukum di Inggris, Facebook, dijadikan ajang untuk menantang hukum. Pihak yang tersangkut kasus hukum membuat grup, yang namanya sangat provokatif dan melawan hukum.

8. Membuat banyak orang tua jatuh cinta
Ofcom, sebuah badan pembuat regulator komunikasi, menemukan lebih banyak orang setengah baya yang menjadi anggota situs jejaring sosial seperti Facebook. Hal itu menunjukkan fenomena situs jejaring sosial telah “tumbuh”, dengan pengguna yang berusia 35 hingga 54 tahun melonjak sebesar 25 persen sepanjang tahun 2009.

9. Membuat penggunanya merasa tidak menarik
Jutaan pengguna Facebook mengatakan menghindari menggunggah foto dan menghapus nama dari berbagai foto, karena merasa terlalu gemuk, tua, atau terlihat jelek. Hal itu menurut survei yang dilakukan perusahaan yang memproduksi produk penurunan berat badan, LighterLife, pada 2000 orang.

10. Mengungkap kehidupan pribadi
Banyak orang yang memajang foto-foto pribadinya di Facebook tanpa menyadari bahaya yang sedang mengintainya. Seperti kasus istri seorang kepala agen rahasia Inggris, Sir John Sawers, yang memajang foto-foto keluarganya secara detail di Facebook saat berlibur bersama keluarganya.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/09/10-efek-buruk-facebook.html

Facebook dan Skype Bergabung, Fesbuker Bakal Bisa Video Call

Kabar gembira bagi para Facebooker, karena sebentar lagi  para pengguna jejaring sosial ini bakal bisa lakukan  Voice Call bahkan juga Video Call selaknya menggunakan akun Skype di menu Facebook, ini akan terealisasi karena jejaring sosial Facebook dan penyedia layanan telepon lewat internet, Skype dikabarkan tengah menjajaki kerjasama untuk menggabungkan keunggulan teknologi komunikasi keduanya. Bila terwujud, hanya dengan satu akun, pengguna Facebook bisa terhubung ke jaringan Skype, sekaligus memanfaatkan seluruh layanan komunikasi teks maupun teleponnya.
Kerjasama antara Facebook dan Skype akan mempermudah para fesbuker kontak dengan suara atau video

Kerjasama antara Facebook dan Skype akan mempermudah para fesbuker kontak dengan suara atau video
“Pengguna Facebook nantinya bisa mengirimka pesan pendek, chating, dan video chat dengan semua temannya melalui jaringan Skype,” tulis Wall Street Journal seperti dikutip Zeenews, Jumat (1/10).Kabar yang beredar kerjasama akan direalisasikan pekan depan.
Jika terlaksana, ini merupakan ancaman baru bagi Google, yang kini terus berupaya membangun jaringan sosialnya sendiri yang berplatform Gmail yakni Google Buzz. Hasil survei comScore selama Agustus menunjukan, pengguna internet Amerika menghabiskan waktunya selama 41,1 miliar menit untuk menggunakan Facebook. Angka lebih rendah yakni 39,8 miliar menit untuk mengutak-atik Google.
Pihak Facebook maupun Skype belum bersedia berkomentar soal hal ini. Namun, mengutip sumber yang terlibat langsung dalam kerjasama ini, Wall Street Journal mengatakan, kepastian keduanya bergabung bisa dilihat dari hasil akhir pengembangan program Skype 5. Skype merupakan penyedia jaringan telepon internet gratis untuk sesama Skype. Skype juga menyediakan layanan komunikasi ke telepon rumahan atau ponsel dengan tarif sangat murah.

10 Dampak Buruk Facebook Bagi Siswa Pelajar

Dampak negatif facebook pada remaja, pelajar dan anak anak. Dampak negatif facebook semakin hari semakin terasa, meski pun para facebookers banyak yang tidak menyadari akan pengaruh negati facebook ini. Mungkin karena sudah kecanduan dengan yang namanya facebook. Tapi justru inilah yang berbahaya, yang tidak disadari. Oke buat kamu para remaja dan pelajar serta anak anak, kamu harus tahu apa saja dampak negatif dari facebook ini. Karena pengguna facebook di dominasi oleh para remaja usia 14-24 tahun sebanyak 61,1%.

1. Tidak peduli dengan sekitarnya
Orang yang sudah kecanduan facebook terlalu asyik dengan dunianya sendiri (dunia yang diciptakannya) sehingga tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan facebook sering mengalami hal ini. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dunianya berubah menjadi dunia facebook. Ada yang bilang autis Haha, lebay

2. Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan
Ini dampak dari terlalu sering dan terlalu lama bermain facebook. Ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial si anak. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya bersama teman teman facebooknya yang rata rata membahas sesuatu yang nggak penting. Akibatnya kemampuan verbal si anak menurun. Tentu yang dimaksud autis di sini bukan dalam arti yang sebenarnya.

3. Menghamburkan uang
Akses internet untuk membuka facebook jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding negara negara lain (mereka sudah banyak yg garatis). Ini sudah bisa dikategorikan sebagai pemborosan, karena tidak produktif. Lain soal jika mereka menggunakannya untuk kepentingan bisnis.

4. Mengganggu kesehatan
Terlalu banyak nongkrong di depan monitor tanpa melakukan kegiatan apa pun, tidak pernah olah raga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang. Telat makan dan tidur tidak teratur. Obesitas (kegemukan), penyakit lambung (pencernaan), dan penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang paling mungkin terjadi.

5. Berkurangnya waktu belajar
Ini sudah jelas, terlalu lama bermain facebook akan mengurangi jatah waktu belajar si anak sebagai pelajar. Bahkan ada beberapa yang masih asyik bermain facebook saat di sekolah. Ayo ngaku..! “sorry yaw, aQ off dulu, Coz, ada guru nieh..!” Pernah menemukan yang seperti itu..?

6. Kurangnya perhatian untuk keluarga
Keluarga di rumah adalah nomor satu. Slogan tersebut tidak lagi berlaku bagi para facebookers. Buat mereka temen temen di facebook adalah nomor satu. Tidak jarang perhatian mereka terhadap keluarga menjadi berkurang.

7. Tersebarnya data pribadi
Beberapa facebookers memberikan data data mengenai dirinya dengan sangat detail. Biasanya ini untuk orang yang baru kenal internet hanya sebatas facebook saja. Mereka tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Ingat data data di internet mudah sekali bocor, apalagi facebook yang gampang sekali di hack!

8. Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex
Mudah sekali bagi para facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno dan esex esex. Karena kedua hal itu yang paling banyak dicari di internet dan juga paling mudah ditemukan. nah, inilah fakta tidak dewasanya pengguna intenet Indonesia. Hanya mengguankan internet untuk mencari konten “berlendir”. Di facebook akan sangat mudah menemukan grup sex, grup tante kesepian, grup cewek bispak dsb.

9. Rawan terjadinya perselisihan
Tidak adanya kontrol dari pengelola facebook terhadap para anggotnay dan ketidak dewasaan pengguna facebook itu sendiri membuat pergesekan antar facebookers sering sekali terjadi.Contoh paling fenomenal adalah kasusnya “Evan Brimob” beberapa waktu lalu. Kalao kamu nggak tahu Evan Brimob, beeuuh, ketinggalan berita nih..! Evan Brimob adalah seorang anggota kepolisian yang baru kenal facebook. Silakan dicari aja di google mengenai Evan Brimob dengan statementnya yang kontroversi: “Polisi nggak butuh masyarakat”.

10. Awas penipuan..!
Seperti media media lainnya, facebook juga rawan terhadap penipuan. Apalagi bagi anak anak yang kurang mengerti tentang seluk beluk dunia internet. Bagi si penipu sendiri, kondisi dunia maya yang serba anonim jelas sangat menguntungkan.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5009759