MasyaAllah, Ibu Tega Pasang Tarif Rp 200 Ribu Untuk Kencani Anaknya

Entah apa yang ada di benak Ny Siti Halima alias Riska. Ia tega memaksa putri kandungnya, RS (15), untuk bekerja di panti pijat Simponi Kelurahan Kelapa Lima,
Kupang, NTT. Ironisnya, Siti pun memaksa RS untuk melayani nafsu setan pria hidung belang dengan tarif Rp 200 ribu untuk sekali kencan.
RS baru dua minggu berada di Kupang. Namun, selama dua minggu itu pula ia langsung dieksploitasi untuk menutup utang sang ibu sebesar Rp 20 juta. Meski harus melayani pria hidung belang, RS rela melakoni perbuatan terkutuk itu demi menutupi utang sang ibu yang sudah dua tahun berada di Kupang.
Kasus ini terungkap setelah aparat Polsekta Kelapa Lima yang mendapat informasi tentang adanya anak di bawah umur yang dipekerjakan di pidrat Simponi menggerebek tempat itu, Senin (11/10/2010) petang.
https://i1.wp.com/www.tribun-medan.com/photo/2010/08/f7ea7998d91a39a6189ae40ec6bb7dd2.jpg

 

Menurut pengakuan RS kepada petugas, ia datang ke Kupang atas permintaan ibu kandungnya, Siti Halima, untuk bekerja sebagai pembantu di restoran.
“Mama bilang datang ke Kupang untuk bekerja sebagai pembantu. Saya datang dan langsung bekerja di tempat itu (panti pijat plus-plus). Mama yang memaksa saya bekerja di Simponi dengan alasan untuk menutupi utang mama sebesar Rp 20 juta,” kata RS kepada aparat kepolisian.
Menurut RS, selama dua minggu berada di Kupang dan bekerja di Simponi, ia sudah melayani 10 orang tamu. Tujuh orang tamu dipijat dan tiga pria hidung belang lainnya dilayaninya di atas tempat tidur dengan tarif Rp 200.000 sekali kencan.
“Kalau hanya pijat dibayar Rp 70.000, sedangkan kalau ditambah “main” dibayar Rp 200.000. Selama dua minggu uang hasil kerja saya sebesar Rp 1 juta dan sudah diserahkan kepada pemilik pidrat Simponi, Ny Fee,” ujar RS.
RS juga mengaku sering digerayangi oleh seorang pria dari kesatuan tertentu yang menjadi selingkuhan mamanya ketika ketiganya tidur serajnjang di kamar kos di kawasan Kecamatan Kelapa Lima.
“Saya seringkali digerayangi oleh pria itu pada saat tidur malam. Kami bertiga sering tidur satu tempat tidur. Pria itu di tengah, sedangkan saya dan mama tidur di sisi kiri dan kanan pria itu. Saya tidak bisa teriak kalau digerayangi oleh pria itu karena takut dimarahi oleh mama,” katanya.
RS mengaku ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan ayahnya sedang sakit-sakitan di Surabaya. “Saya kasihan dengan ayah saya yang sedang sakit di Surabaya. Saya tidak ingin bekerja lagi seperti itu. Mau bekerja apa saja yang penting halal. Saya ingat bapak dan adik-adik di Surabaya. Saya tidak ingin pulang tetapi kerja di Kupang untuk membiayai adik-adik saya itu. Tetapi tidak lagi bekerja sebagai pemijat, saya takut,” ujar RS
Sementara Siti yang juga seorang pemijat di Simponi telah mengaku kepada penyidik Polsekta Kelapa Lima bahwa ia memperkerjakan anaknya di tempat tersebut. Ia juga mengaku telah memaksa anaknya untuk melayani pria hidung belang guna membantu menutupi utang yang mencapai Rp 20 juta.

Misteri Kutukan Raja Tutankhamen

Pada tahun 1922, seorang pria Inggris yang kaya bernama Howard Carter menemukan lokasi penguburan dari Raja Tutankhamen di dalam situs makam Lembah Raja-raja. Ada banyak peninggalan berharga berupa emas, barang2, dan bahkan makanan yang dikuburkan di dalam lokasi ini. Karena ini adalah penemuan arkeologis besar, banyak ahli arkeologi lain pergi ke situs makam Lembah Raja-raja. Segera setelah itu berbagai hal misterius mulai terjadi. Banyak dari ahli arkeologi, itu yang pernah memasuki makam jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal. Diberitakan selama era 1920’s, lebih dari (sekedar) dua lusinan orang ini meninggal tidak lama sesudah memasuki makam Raja Tutankhamen . Inilah permulaan kutukan dari RajaTutankhamen.

Di sekitar musim semi th 1923, Lord Carnarvon (donatur dari ekspedisi Howard Carter)digigit oleh nyamuk di pipi ketika bercukur. Hal Itu menyebabkan dia terkena infeksi dan kemudian Lord Carnarvon meninggal, dan pada saat yang bersamaan seluruh lampu2 di dalam kota Cairo secara aneh padam. Pagi itu pada saat Lord Carnarvon meninggal anjing nya mulai menggonggong dan lalu secara tiba2 mati . Kutukan Raja Tutankhamen mulai banyak dipublikasikan oleh media. Pemberitaan yang luar biasa media itu menimbulkan berita2 yang lain bermunculan. Ada satu berita yang menyatakan burung kenari Howard carter mati dipatok ular kobra tepat setelah penemuan pintu makam.

http://4.bp.blogspot.com/_gzXSI8T1208/S7qhghlF3QI/AAAAAAAABQA/QiBhtZYYeqE/s800/Sarcophag_Of_Tutankhamen-Tutankamonov_Sarkofag.JPG

Banyak orang percaya kutukan dari Raja Tut adalah benar, sampai pada 1986 seorang dokter Prancis, Caroline Stenger-Phillip menemukan satu penjelasan untuk kematian-kematian yang misterius tersebut. Dr. Stenger-Phillip menyatakan adanya buah-buahan dan sayur-mayur di dalam makam mungkin menyebabkan timbulnya partikel-partikel debu organik. Partikel-partikel ini mungkin punya mempunyai suatu potensi penyebab alergi. Ia juga mengklaim bahwa para ahli arkeologi mengidap suatu alergi setelah menghirup semua partikel-partikel yang selanjutnya menggiring kepada kematian mereka. Ia tidak percaya bahwa kutukan dari Tut adalah peyebab kematian-kematian yang misterius.

Kutukan dari Raja Tutankhamen masih menjadi suatu misteri. bagi sebagian orang hal itu hanyalah takhyul, tetapi namun masih banyak dari mereka yang sungguh2 percaya pada suatu kutukan. Apakah kutukan sungguh2 ada? Apakah Anda percaya akan “Kutukan dari Raja Tutankhamen ?”

Cara-cara Hindarkan Anak dari Pelecehan Online

Pelecehan di internet atau cyberbully sangat menakutkan bagi para orang tua. Berikut tips dari ahli agar anak terhindar dari masalah itu.
https://i2.wp.com/i36.tinypic.com/2ls74pk.jpg
1. Awasi penggunaan foto online anak

Banyak cyberbully mengambil foto anak kemudian memanipulasinya untuk merusak atau mempermalukan. Awasi posting foto anak terutama via ponsel. Konselor pembimbing Medford Memorial School, Anna Maria Scheimfreif mengatakan, “Matikan fungsi menerima/mengirim gambar ponsel anak karena kebanyakan anak tidak diajari menggunakannya dengan bijak.�
2. Awasi penggunaan ponsel anak

“Cyberbully dipicu penggunaan perangkat komunikasi elektronik,â€� kata Scheimfreif. Orang tua sering kali tidak menyadari hal ini. “Belikan anak ponsel yang orang tua juga mengerti.â€�  Direktur nasional grassroots Parents Television Council, Gavin McKierman menyatakan smartphone adalah masalah unik. “Orang tua memiliki kesempatan yang sangat kecil mengetahui apa yang terjadi pada anak hingga hal itu menjadi masalah.â€�
Orang tua juga harus proaktif memberikan batas akses internet pada anak.
3. Pilih lingkungan yang mendukung

McKay Hatch berusia 14 tahun tidak menyukai bahasa kasar temannya dan ia membuat “klub tanpa makian� untuk menghadapinya. “Mereka adalah korban serangan bully dan pelecehan,� kata Kierman. “Memiliki empat hingga lima teman yang mau membuat klub semacam itu akan sangat membantu.
4. Pembicaraan terbuka

Salah satu cara sederhana mengatasi cyberbully pada anak adalah berbicara dengan mereka. “Orang tua harus memeriksa irama emosional jejaring sosial anak secara berkala,� kata editor situs ‘Raising Digital Kids’ dan pendiri konferensi Kids@Play, Robin Raskin.
“Orang tua harus menanyakan apa yang terjadi saat mereka online hari ini.�
Cara ini adalah cara terbaik memulai pembicaraan terbuka dengan anak.
5. Sewa beberapa ruang pengawasan online

Raskin menyarankan agar sekolah-sekolah membuat peraturan ini. “Saat anak di-bully, kita jadi tahu hukuman apa yang pantas. Anak saling mempercayai satu dengan yang lain daripada orang tua dan guru,� katanya.
6. Buat dan patuhi batas usia

“Jika usia masih di bawah 13 tahun, tidak boleh bikin Facebook,â€� kata Raskin. Situs semacam ini memang bagus untuk mengembangkan kemampuan jejaring sosial mereka namun usia harus tetap diperhatikan. “Orang tua harus memberlakukan peraturan tersebut.â€�  Segala macam bentuk percakapan harus sesuai dengan usia, tambahnya.
7. Ketahui dengan siapa anak berbicara

Orang tua harus tegas dan berpengetahuan luas. “Tanya teman anak, orang tua, komunitas sekolah dan komunitas lokal,� katanya.
8. Ajari anak tidak berprasangka

Sarankan pada anak agar tidak mengomentari pesan-pesan bernada mendendam. Bantu anak mengatasi bully online dengan tanpa mempermasalahkannya lebih lanjut.
9. Internet untuk selamanya

Raskin mengatakan orang tua seharusnya mengingat bahwa internet dapat menyimpan informasi dalam waktu lama dan anak harus diberi peringatan akan hal itu.
“Internet bukanlah tempat yang baik untuk bergurau di mana infromasi dalam internet dapat menyebar seperti api membakar hutan”.

Setiap Hari 40 Sniper Disebar di Penjuru Jakarta

Kepolisian Daerah Metro Jaya setiap hari menyiagakan 40 penembak jitu di 12 lokasi yang rawan bentrokan massa brutal. Demikian disampaikan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa malam.
Ia menjelaskan, ke-40 penembak jitu tersebut berasal dari Satuan Brigade Mobil yang sudah dilatih beberapa pekan terakhir.

Penembak Jitu yang siap mengamankan kota
Penembak Jitu yang siap mengamankan kota

“Selain dibekali pengayaan keterampilan menembak, mereka juga dibekali pengetahuan dan pemahaman tentang HAM (hak asasi manusia) dan Protap (Prosedur Tetap Kepala Polri Nomor 1/X/2O10 tentang Penanggulangan Tindakan Anarki),” tuturnya. Sutarman mengatakan, penempatan ke-40 penembak jitu itu adalah salah satu langkah merealisasi ketentuan tembak di tempat yang harus dilakukan jika situasi sudah membahayakan keselamatan orang lain atau petugas. Wakil Ketua Komnas HAM Yosef Stanley Adi Prasetyo dan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Indri, yang dihubungi terpisah, menyambut baik hal ini.

Menurut Stanley, pelaksanaan prosedur tetap bertujuan memelihara ketertiban untuk menjaga kehidupan demokrasi yang sehat. “Takkan ada demokrasi tanpa ketertiban. Sebagai penegak hukum di garda depan, polisi harus berani bersikap keras sebelum demokrasi kita berubah menjadi tindakan anarki,” kata Stanley.

Indri menambahkan, tindakan tegas tembak di tempat harus memenuhi asas legalitas, nesesitas (kebutuhan) hukum, proporsionalitas antara ancaman dan tindakan, serta akuntabilitas atau pertanggungjawaban tindakan polisi. “Kontras mengapresiasi langkah Polda Metro,” ujar Indri.

Menurut dia, langkah ini memang menjadi syarat hajatan demokrasi yang sehat. Meskipun demikian, baik Indri maupun Stanley, mengkritik bahwa polisi masih melakukan diskriminasi dalam menanggulangi bentrokan massa. “Di beberapa kasus, polisi tampak lamban bahkan melakukan pembiaran,” ujar Stanley.

Menanggapi hal itu, Kapolda mengatakan, “Tidak ada diskriminasi. Semua yang melakukan anarki akan kami tindak. Tembak di tempat berlaku bagi mereka yang mengancam keselamatan atau nyawa orang lain dan para petugas”. Kapolda mengatakan, saat ini pada setiap kegiatan pengamanan, akan ditempatkan dua atau tiga penembak untuk menghadapi kemungkinan serangan senjata api atau senjata tajam.

sumber