Pesaing Alphard dari Mercy

Bagja Pratama – detikOto
Gambar

Jakarta – Mercedes-Benz ikut meramaikan kelas mobil keluarga premium yang selama ini diisi oleh mobil sekelas Toyota Alphard. Dengan V350, Mercy, tidak mau begitu saja disebut sebagai kendaraan MPV.

V350 tampil dengan kemewahan tersendiri, yang dijamin bakal membuat keluarga anda merasa sangat nyaman di dalam kabinnya. Didukung oleh mesin 3.5 liter V6, dengan tenaga 258 hp, mobil ini menyediakan ruang kabin yang lapang dengan fitur mewah

Seperti pengaturan kursi elektrik, LCD 10 inci dengan DVD player. Sehingga,
banderol Harga Rp 1,249 Miliar layak dikeluarkan untuk memboyongnya ke garasi rumah.

Selain di Indonesia International Motor Show kali ini Mercy juga mengenalkan mobil jelajah bertipe SUV, GL 350 CDI, yang disokong oleh mesin diesel berkapasitas 3.0 liter V6, dengan produksi tenaga mencapai 224 hp dan torsi 510 nm. Akselarasi 0-100 km per jam hanya 9.5 detik.

Mercedes-Benz Indonesia membanderol SUV premiumnya ini seharga Rp 1,99 miliar off the road.

Terakhir, sebuah penawaran yang unik dari segmen sedan ekslusif, yakni E 250 CGI Cabriolet. Disebut-sebut, inilah sedan yang wajib dimiliki para kolektor, terutama setelah kemunculannya dalam film ‘Sex and the City 2’.

Meskipun beratap terbuka, namun fitur AICAP memastikan tingkat kebisingan kabin tetap rendah. Dengan dukungan mesin 1.8 liter bertenaga 204 hp dan torsi 310 nm. Mau tau harganya? Mercedes-Benz Indonesia melepasnya seharga Rp 1,099 miliar off the road.

“Kami kembali menunjukkan eksistensi Mercedes-Benz di Indonesia, dengan
produk-produk baru terbaik,” ujar Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Indonesia, Rudi Borgenheimer, saat menggelar konferensi pers di acara IIMS, di JI Expo Kemayoran.

Iklan

Hargai Diri dengan Kewajiban Menabung

Budi Cahyadi – detikFinance


Foto: Budi Cahyadi

Jakarta – Tak jarang kita mendengar penolakan, seperti: “Aduh, mahal sekali biaya di calon sekolah pilihanmu Nak. Nampaknya kami tak mampu membiayainya. Kamu tahu kan ? Ayah tidak punya uang sebanyak itu. Pilih saja sekolahan yang lebih murah”.

Sudah dapat ditebak suasana hati si anak, yang kecewa tidak mendapatkan apa yang didambakannya. Tidak jarang pula sang Ayah menyesal. “Kalau saja aku menabung sejak dulu, tentu anakku tak perlu kecewa seperti ini”. Nasi sudah menjadi bubur.

Masihkah ada solusi untuk tidak membuat kecewa si anak? Ada. Pinjam uang. Yang berarti utang. Saya rasa para pembaca setuju, bahwa hal ini hanyalah solusi semu alias memindahkan masalah. Selesai masalah untuk menghindari kekecewaan si kecil, pindah menjadi masalah dikejar hutang, yang tidak jarang berujung pada masalah besar dalam kehidupan rumah tangga kita.  Sebuah bencana bukan?

Betapa hal ‘kecil’ yang disebut menabung dapat membuat perbedaan dalam hidup kita. Sayangnya kesadaran menabung dimasyarakat kita dewasa ini masih minim. Berbagai macam alasan muncul disaat sebenarnya kita punya kemampuan untuk menabung, seperti : “Masih banyak keperluan, mudah-mudahan nanti ada sisanya, baru saya tabung”.

Penundaan seperti ini sering berujung pada: tidak pernah sempat menabung. Waktu terus berjalan, tanpa sadar sampailah kita pada masa untuk tinggal ‘menyesal’. Apakah hal seperti ini akan Anda biarkan tejadi dalam hidup Anda?

Para pembaca yang budiman, mengutip kata bijak dari Mother Teresa: ‘Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin’. Marilah mulai menabung sekarang.

Bagaimana caranya untuk memastikan bahwa aktivitas menabung kita akan memberikan hasil yang optimal? Pada saat kita menerima pendapatan rutin setiap bulan, sudah barang tentu akan mengalir menjadi pengeluaran rutin bulanan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga (sebut saja Belanja), membayar kewajiban seperti tagihan kartu kredit, cicilan rumah, cicilan kendaraan dll, serta mengalokasikan dana untuk tabungan. Mana dulu yang harus dibayar? .
Mari kita tinjau beberapa pola aliran dana rutin berikut ini:

Pola 1.

Pendapatan -> Belanja -> Kewajiban -> Menabung

Pada pola yang pertama ini, belanja didahulukan, kemudian baru membayar kewajiban dan sisanya untuk menabung. Kebanyakan dari kita menggunakan pola ini dalam kehidupan sehari-hari. Kelebihan pada pola ini adalah semua kebutuhan belanja anda dan kewajiban(atau sebagian) anda terpenuhi. Namun biasanya kebutuhan belanja bervariasi, mulai dari kebutuhan primer sampai barang yang diinginkan namun tidak dibutuhkan terbeli.

Kemungkinan Anda membelanjakan semua dana yang ada sangat tinggi sehingga tidak semua kewajiban terbayar dan tidak ada sisa lagi untuk menabung. Kecuali Anda adalah orang yang sangat hemat dalam belanja.

Untuk jangka panjang, pola ini akan sangat sulit dalam mendapatkan arus kas positif, bahkan akan menjadi beban bulan berikutnya (yang sebetulnya tidak perlu terjadi), mengingat masih ada tunggakan cicilan yang tentunya akan terkena bunga majemuk (bunga berbunga).

Pola 2.

Pendapatan -> Kewajiban -> Belanja -> Menabung

Pada pola kedua ini, karena kewajiban dibayar lebih dulu, maka Anda akan terhindar dari beban biaya yang tidak perlu dalam bentuk beban bunga majemuk akibat penundaan pembayaran kewajiban tersebut di bulan berikutnya. Namun tetap saja kemungkinan Anda akan menghabiskan dana yang tersisa untuk belanja masih sangat tinggi. Sehingga tidak ada sisa untuk menabung.

Pola 3.

Pendapatan -> Menabung -> Kewajiban -> Belanja

Menurut hemat saya, pola ketiga ini adalah yang terbaik. Artinya, Anda mewajibkan diri untuk memotong pendapatan Anda untuk menabung lebih dulu. Ada baiknya Anda merubah “Mind set” tentang tabungan ini dengan konsep “Paying yourself first” sebagai prinsip utama dalam buku “The Richest Man in Babylon” karangan George S. Clason (baca deh!). Dalam buku ini memberikan inspirasi bahwa anda sebaiknya menghargai segala usaha anda selama ini dengan membayar diri sendiri paling tidak (minimal) 10 % dari pendapatan Anda dalam bentuk tabungan wajib Anda sebelum membayar kewajiban Anda dan membelanjakannya.

Hal ini akan memberikan keleluasaan bagi peningkatan aset Anda melalui dana tabungan yang terkumpul. Dana tabungan tersebut akan menjadi “Income Generating Asset” atau Aset yang memiliki kemampuan mengembangkan dirinya sendiri yang akan memberi Anda “passive Income”. Tentu besarnya pendapatan pasif ini bergantung pada instrumen keuangan yang anda pilih untuk menempatkan dana tabungan Anda (bacalah artikel-artikel kami sebelumnya).

Setelah itu bayar dulu semua kewajiban Anda. Dan selanjutnya Anda bebas berbelanja tanpa kekhawatiran. (cukup ngga cukup, harus cukup!).

Dengan pola yang ketiga ini akan memberikan kepastian akan bertambahnya aset Anda, sesuai dengan tujuan-tujuan financial yang Anda rencanakan. Terlebih lagi, kalimat penolakan (karena ngga punya uang) pada paragraph pertama artikel ini tidak akan pernah terjadi.

Para pembaca yang bijak, tentu Anda setuju bahwa menabung itu wajib hukumnya. Mari kita lakukan dengan benar, dengan memprioritaskannya sebagai hal pokok dalam kehidupan kita. Dengan ditambah kedisiplinan dan persistensi dalam menabung tentu akan lebih memberikan kepastian atas pencapaian tujuan-tujuan financial Anda dimasa depan. Semoga bermanfaat.

Budi Cahyadi MM, CFP®, TGRM Perencana Keuangan.

Diva WWE Bugil di Playboy

Maryse Ouellet
(IST)

INILAH.COM, New York – Meski dilarang tampil bugil, Maryse Ouellet seorang diva World Wrestling Entertainment (WWE) nekad mejeng tanpa sehelai benang pun di majalah pria dewasa, Playboy.

Tapi untuk permulaan, model blasteran Kanada Prancis tersebut tampil di majalah online dewasa, Cyber Club dengan mengenakan lingerie nan seksi.

Ouellet mengikuti jejak rekannya, Diva Tiffany yang menjadi model Playboy untuk edisi Februari-Maret 2010, yang menampilkan isu lingerie.

Namun, seperti halnya Tiffany, Maryse tidak menuai sanksi dari WWE meksi larangan berfoto bugil dikenakan, pasalnya foto-foto seronok Maryse diambil sebelum dia bergabung dengan WWE.

Sebelum Vince McMahon mengambil alih perusahaan PG, semua diva termasuk Sable dan Torrie Wilson, rutin tampil sebagai sampul majalah milik Hugh Hufner tersebut.

Wajar bila Anda para lelaki menelan ludah jika melihat lekuk tubuh putih selagi mulusnya seperti yang ada di halaman ini.[van]