Isi Ka’bah

http://html1155.files.wordpress.com/2009/10/kabah.jpg

Tak banyak orang yang mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam Ka’bah. Bangunan berbentuk bujur sangkar yang menjadi pusat arah bagi umat Muslim yang melakukan shalat itu sebenarnya memiliki ruang yang cukup luas.

Dengan tinggi saat ini sekitar 39 kaki 6 inci (kira-kira 11 meter) dan ukuran total adalah 627 kaki persegi maka ukuran dalam Ka’bah adalah 42,64×29,52 kaki atau sekitar 12,7×8,85 meter. Ruangan di dalam Ka’bah diperkirakan mampu menampung sebanyak 50 orang.

Namun, tahukah anda, apa saja isi di dalam bangunan yang disucikan umat Islam itu? Ketua Islamic Society of North America (ISNA) atau Masyarakat Islam Amerika Utara pernah diberi kesempatan untuk masuk ke dalam Ka’bah di tahun 1998. Ternyata tak banyak benda yang terdapat di dalamnya.
http://dymash.files.wordpress.com/2009/02/isi-ka-bah.jpg
Di dalam Ka’bah ternyata terdapat 3 pilar dan meja untuk meletakkan parfum. Di langit-langitnya tergantung beberapa lampu lentera. Tak disebutkan lampu lentera itu terbuat dari bahan apa. Namun pada tahun 1940-an, lampu itu dikabarkan terbuat dari emas dan bertatahkan permata serta mutiara.

https://i2.wp.com/generalcomtech.com/kabah/photo/kiswah-and-kabah-door.jpg
Di dalam Ka’bah tak ada lampu listrik. Sementara tembok dan lantainya terbuat dari marmer. Tak ada satu pun jendela di bagian dalamnya dan hanya terdapat satu pintu untuk keluar-masuk. Langit-langit Ka’bah juga ditutupi selimut kain seperti halnya dinding bagian luarnya.

sumber :http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/07/06/123403-tahukah-anda-apa-saja-isi-di-dalam-kabah

6 Alasan Mengapa Wanita Menunda Pernikahan


Tidak cuma pria yang enggan menikah, tapi wanita juga mengalami. Apa yang membuat wanita mengundurkan niat untuk menjadi istri seseorang?

1. Trauma Masa Lalu

Riwayat disakiti, atau orang tua bercerai menjadi pengalaman traumatis bagi wanita. Sedang pernikahan adalah keputusan besar yang tidak bisa sembarangan dilakukan. Sekali Anda maju, Anda tidak bisa mundur lagi. Jadi lebih aman untuk tidak kemana-mana.

2. Tidak Yakin Dengan Pasangan

Anda punya pasangan, dan mencintainya, tapi Anda tahu dia bukan yang terakhir. Entah karena waktunya belum tepat, lebih fokus pada pekerjaan masing-masing, atau sering bertengkar. Intinya pasangan ada untuk saat ini, bukan untuk masa datang.

3. Hilang Kebebasan

Pernikahan bagi wanita berarti ia harus siap kehilangan setengah hidupnya, karena akan menjadi istri dan ibu. Jika wanita masih haus merasakan kebebasan yang ia punya, percuma saja pria melamar dengan berlian besar sekalipun.

4. Terikat Peran Istri

Kebanyakan wanita yang berkarier mengundurkan pernikahan karena ini. Peran sebagai istri akan menghambat aktivitasnya, dan memang tidak mudah sebagai istri, apalagi ibu. Dibutuhkan kelapangan untuk menjadi “super mom”.

5. Berkaca Pada Pengalaman Teman

Teman disekitar Anda sudah menikah dan punya anak. Apa yang mereka pikirkan? Anak, anak, dan anak. Belum lagi masalah keluarga dan Anda yang single siap-siap menjadi “tong sampah” untuk teman yang sudah menikah. Jika sudah begini, wajar saja wanita berpikir ulang untuk menikah.

6. Takut

Inti dari semuanya, takut. Ini hidup baru dimana wanita akan mengubah segalanya. Membagi tempat tidur dengan seseorang bukan perkara mudah, sama tidak mudahnya terjaga dini hari untuk menyusui, atau menunggu suami pulang kerja, dan membereskan pekerjaan rumah tangga.

Pernikahan adalah soal besar. Ketakutan pasti terjadi, dan ada masanya Anda mengatakan “saya siap”.

Jangan Izinkan Anak Anda Facebookan!

Jangan Izinkan Anak Anda Facebookan!
Billy Audra B
(IST)

INILAH.COM, Jakarta – Penculikan anak lewat Facebook belakangan ini makin marak. Dari sisi kejiwaan psikolog menilai anak-anak tak perlu Facebookan karena lebih banyak sisi negatifnya.

Psikolog Dadang Hawari menilai Facebook bukan untuk anak-anak karena bisa mendorong perilaku-perilaku yang tidak seharusnya dilakukan pada usia tertentu. “Kalo menurut saya Facebook itu tidak boleh, untuk apa membuka Facebook,” kata Dadang di Jakarta, kemarin.

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu ada kasus anak yang lari dari rumah hanya untuk bertemu dengan teman Facebooknya. Padahal sebelumnya sama sekali belum kenal. “Peristiwa itu tidak menutup kemungkinan akan merembet ke kasus-kasus baru lainnya,” katanya.

Penggiat anak Muhammad Jonny mengatakan Facebook seperti pedang bermata dua. Di satu sisi bisa sangat berguna bagi orang banyak. Tapi bila tidak digunakan secara bijak akan menimbulkan masalah. “Rule orang tua sebagai protector anak-anaknya seharusnya lebih ditingkatkan lagi dengan bersikap edukatif,” paparnya.

Orang tua pun sebaiknya menciptakan suasana yang nyaman untuk anak-anaknya di rumah. Alhasil, anak-anak menjadi betah dan tidak keluar rumah hanya untuk mencari media berinteraksi lainnya, termasuk Facebook. Anak-anak pun dapat menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat.

“Di usia berapapun, orang bisa mengakses Facebook. Tapi yang jelas anak-anak harus dibekali dengan awareness yang cukup dengan cara orang tua memberikan guidance dan direction kepada anak sehingga Facebook menjadi tepat guna,” tambahnya.

CEO perusahaan keamanan Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan tidak ada software khusus yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi suatu profil di Facebook berbahaya atau tidak. “Cara kerjanya tidak seperti itu, jadi harusnya yang punya FB (Facebook) tiap nambah friend harus hati-hati gitu,” imbuhnya.

Salah satu masalah yang cukup besar dihadapi sekarang adalah game-game di FB. Game biasanya dimainkan banyak user dan mayoritas tidak mengenal user lainnya bahkan seringkali asal add friends saja.

“Itu masalahnya. Cara yang terbaik adalah mendidik anak supaya nggak sembarangan add friend. Kalau mencegah melalui software memang belum bisa. Software baru bisa mencegah virus atau link di Facebook yang berbahaya melalui software security,” jelasnya.

Sementara fitur parental kontrol di software komputer juga tidak bisa menghalau penculik di internet. Parental conrol sifatnya hanya untuk membatasi link dan game-game yang dimainkan.

“Saya gak yakin apakah parental control itu bisa membatasi game di FB. Game rating 15 tahun ke atas sama 10 tahun masih bisa diatur di parental control. Tetapi Facebook seharusnya memiliki fitur untuk memberi tahu bahwa ini layanan ini untuk umur berapa?” paparnya. Ia mencontohkan anak kecilpun masih bisa main navy hour yang sebenarnya bukan diperuntukkan bagi seusianya. [mdr]

sumber: www.inilah.com